Quote

12

PERKUAT INTEGRITAS DAN KESADARAN ORGANISASI

Sleman – #TemanPemilih, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin pada Senin (05/10) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Bertindak sebagai pembina apel, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sleman, Sura’ie. Sura’ie mengawali apel dengan penyampaian situasi politik di Indonesia semakin tajam. Sudah menjadi konsekuensi bahwa KPU Kabupaten Sleman harus mengikuti informasi yang beredar di masyarakat khususnya yang terkait dengan jalannya Pemilu dan Pemilihan. Oleh karena itu, diharapkan para pegawai untuk dapat menggunakan media sosial secara bijak, baik dalam berkomentar ataupun mengakses informasi. Pastikan bahwa informasi tersebut merupakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Sura’ie juga menyampaikan arahan kepada seluruh jajaran mengenai pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kesadaran organisasi, serta konsistensi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. “Jadikan integritas sebagai landasan dalam bekerja. Pelaksanaan tugas tidak semata-mata didasarkan pada pengawasan pimpinan atau kewajiban regulasi, melainkan tumbuh dari kesadaran diri dan panggilan kemanusiaan. Dengan semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan integritas, seluruh pegawai dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan meningkatkan kinerja serta kepercayaan terhadap institusi KPU Kabupaten Sleman.” pesan Sura’ie. Lebih lanjut, ditekankan bahwa setiap persoalan administratif bukanlah hal sepele karena dapat berdampak besar terhadap institusi. Kinerja organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah sumber daya manusia maupun kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh semangat, kedisiplinan, dan kontribusi setiap individu. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan senantiasa menjaga konsistensi dalam menjalankan program kegiatan, memenuhi kewajiban pelaporan, serta menaati ketentuan dan regulasi yang berlaku. (lia)


Selengkapnya
45

PROSES BELAJAR UNTUK KESIAPAN PEMILU MENDATANG

Sleman – #TemanPemilih, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin pada Senin (28/09) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Apel dipimpin oleh Noor Aan Muhlishoh selaku Anggota KPU Kabupaten Sleman yang bertindak sebagai pembina apel. Noor Aan menyampaikan perlu membangun pemahaman bersama mengenai siklus pemilu yang terdiri dari tahapan pra pemilu, pemilu, dan pasca pemilu yang akan terus berulang. Saat ini hingga akhir tahun merupakan tahapan pasca Pemilu 2024, namun perlu dipandang sebagai bagian dari pra tahapan Pemilu 2029. Hal ini penting untuk dipahami bersama agar mindset dapat terbangun dan kecepatan dalam bekerja semakin meningkat. Pemahaman tersebut perlu dibawa dan diterapkan secara bersama-sama. Meskipun terdapat pelaksanaan Work From Anywhere (WFA), setiap pegawai tetap harus dapat mengampu pekerjaan dengan baik. Posisi yang dimiliki mengharuskan setiap pegawai untuk senantiasa belajar, baik dari pengalaman yang telah dilalui maupun dari pengalaman orang lain. Pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran untuk menghadapi berbagai kondisi yang mungkin terjadi. “Pengalaman bukan hanya berkaitan dengan profesionalitas, tetapi juga integritas. Bagaimana belajar dari pengalaman yang ada, yaitu dengan membaca dan mempelajari berbagai hal. Proses belajar tidak boleh berhenti, karena tidak ada batasan untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman. Dengan pemahaman yang semakin luas, setiap keputusan atau kebijakan yang diambil dapat mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh.” tegas Noor Aan. Dengan demikian, ketika tahapan pemilu kembali dimulai, seluruh pegawai diharapkan telah memiliki bekal dan pemahaman yang cukup. Seluruh pengalaman, evaluasi, serta pembelajaran yang telah diperoleh menjadi amunisi agar dapat menghadapi setiap tahapan dengan lebih siap. (agl)


Selengkapnya
71

KEDEPANKAN KOORDINASI DAN PELAYANAN RAMAH

Sleman – #TemanPemilih, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin pada Senin (21/09) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Apel dipimpin oleh Yuyud Futrama selaku Sekretaris KPU Kabupaten Sleman yang bertindak sebagai pembina apel. Yuyud menekankan dua hal agar nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan. Pesan pertama yaitu pentingnya menyampaikan permasalahan kepada pimpinan sebagai salah satu langkah awal dalam koordinasi. Setiap permasalahan yang ada, baik sebagai permasalahan dalam pekerjaan ataupun pribadi dapat segera dikoordinasikan dan disampaikan kepada pimpinan untuk mendapat solusi. Pesan selanjutnya, Yuyud mengambarkan bagaimana memberikan pelayanan dengan mengedepankan sikap ramah, sopan, dan santun kepada masyarakat. Sebagai bagian dari pelayanan publik, setiap pegawai diharapkan senantiasa memberikan pelayanan dengan mengedepankan senyum dan kesantunan, termasuk ketika menghadapi regulasi atau kebijakan yang diterapkan secara mendadak. ”Koordinasi yang baik dan mengedepankan sikap ramah dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai bentuk penguatan integritas dan profesionalitas pegawai. Keterbukaan dalam menyampaikan permasalahan dan mengedepankan senyum, serta kesantunan dalam memberikan pelayanan diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.” pungkas Yuyud. (agl)


Selengkapnya
53

JAGA PROFESIONALITAS DAN INTEGRITAS

Sleman – #TemanPemilih, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin pada Senin (14/09) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Apel dipimpin oleh Ahmad Baehaqi selaku Ketua KPU Kabupaten Sleman yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, Ahmad Baehaqi berpesan untuk senantiasa menjaga dan mewujudkan profesionalitas dan intergritas. Ahmad Baehaqi mengawali amanatnya dengan menyampaikan profesionalitas menjadi salah satu tantangan utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal, sesuai dengan prinsip-prinsip pelayanan dan SOP yang berlaku. Hal ini penting untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat kepada KPU Kabupaten Sleman, khususnya dalam memastikan bahwa seluruh SDM KPU mampu memberikan pelayanan yang profesional, dan tidak mengecewakan. Selain profesionalitas, Baehaqi juga menekankan untuk terus menjaga integritas. Menjaga integritas pada saat tidak terdapat tahapan pemilu relatif lebih mudah. Namun, ketika memasuki tahapan, tantangan dan risikonya menjadi lebih besar. Dalam pelaksanaan tugas, integritas juga diwujudkan melalui kepatuhan terhadap instruksi pimpinan sebagai bentuk loyalitas dan tanggung jawab. Namun demikian, pelaksanaan instruksi harus bersifat profesional dan sesuai peraturan yang berlaku. ”Profesionalitas diwujudkan pada pelaksanaan pelayanan baik kepada masyarakat maupun pimpinan yang harus dilakukan secara konsisten, sesuai dengan regulasi dan standar yang telah ditetapkan, serta penuh tanggung jawab. Integritas juga harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, baik di lingkungan kantor maupun di luar kantor, dengan senantiasa menjaga setiap tindakan agar tidak menimbulkan persepsi negatif yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap KPU Kabupaten Sleman.” tegas Ahmad Baehaqi. Di akhir amanatnya, Baehaqi mengingatkan kepada seluruh SDM bahwa kegiatan rutin yang akan dilaksanakan ke depan antara lain perubahan jadwal pelaksanaan kegiatan kearsipan yang sebelumnya dilaksanakan setiap hari Selasa menjadi hari Rabu. Selain itu, akan dilakukan tindak lanjut terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lembaga pendidikan. (agl)


Selengkapnya
88

TEGUHKAN INTEGRITAS

Sleman – #TemanPemilih, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan upacara bendera yang diselenggarakan pada Senin (07/09) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Upacara dipimpin oleh Arif Setiawan selaku Anggota KPU Kabupaten Sleman yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya Arif menegaskan pentingnya meneguhkan integtitas. Membuka amanatnya, Arif menyampaikan bahwa sebagian besar aktivitas pegawai dilaksanakan di kantor, sehingga KPU Kabupaten Sleman kini telah menjadi "rumah kedua" bagi pegawainya. Sejauh ini, KPU Kabupaten Sleman terus menunjukkan berbagai kemajuan, baik dari segi sarana dan prasarana maupun kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan dapat terus mempertahankannya dengan baik. Selain aspek pelayanan, penguatan integritas juga menjadi penekanan utama yang harus ditanamkan oleh setiap pegawai. Integritas dinilai sebagai fondasi penting yang mampu menghindarkan diri dari perbuatan melanggar aturan. Hal ini menjadi cerminan bahwa KPU Kabupaten Sleman berkomitmen kuat menjaga lingkungan kerja yang bersih dari praktik korupsi. "Integritas menjadi hal utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh pegawai selain peningkatan pelayanan. Nilai ini menjadi benteng utama yang menyelamatkan kita dari tindakan yang melenceng, serta harus dilandasi oleh kejujuran serta keimanan.” ungkap Arif. Di akhir amanatnya, Arif mengajak seluruh pegawai untuk mendoakan keselamatan bangsa Indonesia agar terhindar dari berbagai marabahaya. Menyikapi situasi bencana alam saat ini, para pegawai diimbau untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan. Selain itu, menjaga, melestarikan, dan berbuat baik terhadap alam sekitar juga pengingat bersama. (agl)


Selengkapnya
143

TEPAT DALAM PENGELOLAAN WAKTU

Sleman – #TemanPemilih, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin pada Senin (31/08) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Apel dipimpin oleh Huda Al Amna selaku Anggota KPU Kabupaten Sleman yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, Huda menekankan ketepatan dalam pengelolaan waktu. Huda membuka amanatnya dengan menyampaikan mahfudzat Arab, ”waktu ibarat pedang”. Hal tersebut memberikan pandangan dalam ketepatan pengelolaan waktu  sebagai wujud integritas, profesionalitas, dedikasi yang tinggi, dan juga penghormatan terhadap masyarakat, diri sendiri, dan rekan kerja.   Dalam kesempatan tersebut, Huda menjelaskan prinsip pengelolaan waktu yang memunculkan kesadaran memimpin diri sendiri. Disiplin waktu harus lahir dari kesadaran internal, bukan sekadar karena takut pada sanksi. Pengelolaan waktu yang tepat juga akan mencerminkan sebuah integritas, di mana setiap waktu yang dikelola seharusnya dapat menghasilkan manfaat nyata. ‎"Memanfaatkan waktu dengan baik merupakan cerminan integritas. Menghargai waktu bukan sekadar persoalan efisiensi teknis, melainkan komitmen moral, karena setiap waktu yang kita kelola dengan jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab adalah bukti nyata bahwa integritas kita benar-benar hidup dalam tindakan." tegas Huda. Huda juga mendorong komitmen seluruh pegawai untuk menyelesaikan tugas secara tepat waktu sebagai bentuk keandalan dalam melaksanakan tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap upaya dalam menyelesaikan tugas perlu dilakukan secara maksimal. Pengelolaan waktu yang baik juga dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi akuntabilitas diri melalui refleksi terhadap kesesuaian dan ketepatan waktu dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. (agl)


Selengkapnya
🔊 Putar Suara