Ayo sukseskan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan!

Publikasi

Opini

Sleman – KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin yang diselenggarakan pada Senin (09/02) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Huda Al Amna selaku Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Sleman berkesempatan menjadi pembina apel. Dalam amanatnya, Huda menyerukan semangat ”mrantasi”. Mengawali amanatnya, Huda menyampaikan kepada seluruh pegawai untuk menjaga kesehatan fisik dan psikisnya, serta menata niat dalam bekerja dengan tulus agar hal-hal baik berdatangan. Melanjutkan amanatnya, Huda juga menyerukan semangat “mrantasi” dalam melakukan pekerjaan. “Semangat mrantasi memiliki makna melakukan pekerjaan dengan efektif, tuntas, serta tidak menyisakan perihal lain. Substansinya yaitu pada sesuatu yang diselesaikan dengan tepat waktu, tepat aturan, bersih, rapi, dan tidak merepotkan yang lain. Semangat dan sikap seperti inilah yang harus dimiliki oleh KPU Kabupaten Sleman. Namun, ada hal lain yang turut mendukung semangat mrantasi, yaitu sikap integritas. Integritas menjadi pengawal dalam kita bekerja.” ujar Huda. Selain semangat “mrantasi”, Huda turut menekankan kepada seluruh pegawai untuk melakukan pekerjaan dengan ikhlas. Hal ini dapat menjadi indikator dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan reputasi yang baik KPU Kabupaten Sleman. (agl)

Sleman – KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin yang diselenggarakan pada Senin (19/01) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Yuyud Futrama selaku Sekretaris KPU Kabupaten Sleman berkesempatan menjadi pembina apel menekankan sejumlah sikap yang seharusnya dihindari oleh seluruh pegawai KPU Kabupaten Sleman. Mengawali penyampaiannya, Yuyud Futrama mengingatkan pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab sebagai aparatur penyelenggara pemilu. Mengutip filosofi Jawa yang ada, Yuyud Futrama menyampaikan bahwa setiap pegawai memiliki kewajiban yang sama, yaitu bekerja dengan baik dan profesional. Dalam uraiannya, beberapa sikap yang perlu dihindari, diantaranya sikap acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap lingkungan kerja. Pegawai seharusnya saling mengingatkan dan peduli satu sama lain. Selain itu, Yuyud juga mengingatkan agar tidak meremehkan kemampuan rekan kerja. Setiap pegawai diharapkan tidak merasa paling mampu dan dapat mengerjakan segalanya sendiri, karena hal tersebut dapat menghambat kerja sama tim. Sikap sombong atau membusungkan dada juga ditekankan untuk dihindari, terutama ketika rekan kerja membutuhkan bantuan. Yuyud Futrama turut menegaskan agar pegawai tidak mengambil alih pekerjaan yang bukan menjadi kewenangannya, kecuali terdapat disposisi atau penugasan resmi. Selain itu, juga menyinggung kebiasaan makan malam di atas jam yang seharusnya, karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sikap lain adalah sikap arogan dalam bekerja yang juga menjadi perhatian untuk dihindari. “Pesan yang terkandung dalam filosofi tersebut (sikap yang harus dihindari) adalah agar setiap pegawai, khususnya pimpinan, dapat menjadi pribadi yang bijaksana dan amanah, serta mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif. Selain itu, integritas harus dijunjung tinggi dengan memikirkan kesejahteraan bersama, tidak bersikap egois, serta menyadari bahwa pimpinan dan staf memiliki hak yang sama untuk saling mengingatkan dan mengoreksi.” ujar Yuyud Futrama.

Sleman – KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin yang diselenggarakan pada Senin (12/01) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Ahmad Baehaqi selaku Ketua KPU Kabupaten Sleman berkesempatan menjadi pembina apel yang menekankan implementasi dokumen pakta integritas dan benturan kepentingan. Mengawali amanatnya, Ahmad Baehaqi menyampaikan pada awal tahun 2026, SDM KPU Kabupaten Sleman telah melaksanakan penandatanganan dokumen pakta intergritas dan pernyataan benturan kepentingan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga integritas, profesionalitas, dan objektivitas dalam melaksanakan tugas. Komitmen tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik dalam setiap aktivitas kerja guna menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap lembaga. “Setiap hal yang dilakukan hendaknya merupakan implementasi nyata dari pakta integritas dan benturan kepentingan yang telah ditandatangani. Hal ini penting sebagai upaya membangun kepercayaan publik yang berkaitan dengan marwah lembaga. Implementasi lainnya adalah memastikan seluruh SDM KPU Kabupaten Sleman melaksanakan tugas dan fungsi sesuai ketentuan tanpa adanya intervensi dari pihak lain.” tutur Ahmad Baehaqi. Pada kesempatan tersebut, Baehaqi juga mengingatkan terkait laporan kinerja tahun 2025 dapat segera diselesaikan dan disampaikan tepat waktu sesuai batas waktu yang ditentukan. Selain itu, penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) serta pelaporan pajak bagi SDM KPU Kabupaten Sleman sebagai bentuk tanggung jawab warga negara yang baik. (agl)

Sleman – KPU Kabupaten Sleman melaksanakan upacara bendera rutin di awal bulan yang diselenggarakan pada Senin (05/01) pukul 08.00 WIB di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Noor Aan Muhlishoh selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sleman bertindak menjadi pembina upacara menyampaikan tentang momentum refleksi tahun baru untuk menghadapi tantangan baru. Dalam awal amanatnya, Noor Aan Muhlishoh menyampaikan Selamat Tahun Baru 2026. Meskipun, di tahun 2025 merupakan tahun dengan berbagai dinamika, namun dengan komitmen bersama menjadikan semua pekerjaan dan tantangan dapat dijalani dengan baik. Noor Aan juga mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk terus menjaga kesehatan yang merupakan modal utama dalam menjalankan ativitas, baik kesehatan fisik maupun psikis dengan memperhatikan batasan diri serta mengontrol pola hidup. ‘‘Tahun baru sepatutnya menjadi refleksi pencapaian di tahun sebelumnya. Di era teknologi yang semakin berkembang, seluruh pegawai diharapkan mampu menyaring berbagai informasi yang diterima, baik melalui bacaan, visual, maupun audio. Informasi yang dikonsumsi hendaknya dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta menuntut setiap individu untuk bersikap waspada dan kritis terhadap terhadap sumber informasi yang diterima agar memastikan kebenaran data dan informasi tersebut.” tegas Noor Aan. Pada ksempatan tersebut, Noor Aan juga menyampaikan salah satu hal yang dapat dijadikan resolusi dan prioritas utama tahun 2026 adalah pengelolaan arsip. Harapannya KPU Kabupaten Sleman dapat menyiapkan ruang khusus untuk arsip. Setiap subbagian diharapkan telah membiasakan alur pengelolaan arsip yang benar. Pengelolaan arsip bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pegawai sebagai upaya tata kelola organisasi yang lebih baik. Menutup amanat, Noor Aan menyinggung isu nasional terkait rancangan undang-undang pemilu dan pemilihan. Seluruh jajaran dihimbau untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan nasional agar tidak tertinggal dalam memahami arah kebijakan yang ditetapkan pemerintah. (agl)

Sleman – KPU Kabupaten Sleman melaksanakan apel rutin yang diselenggarakan pada Senin (08/12) pukul 08.00 WIB yang bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Sleman. Huda Al Amna selaku Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Sleman berkesempatan menjadi pembina apel. Dalam amanatnya, Huda menekankan pentingnya semangat dalam sebuah kinerja. Huda menyampaikan apresiasi kepada seluruh SDM KPU Kabupaten Sleman karena dengan hasil kinerja dan semangatnya, KPU Kabupaten Sleman meraih beberapa penghargaan, serta seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Huda melanjutkan amanatnya dengan menekankan bahwa semangat tidak datang begitu saja, melainkan perlu ditumbuhkan. Semangat datang dari hal-hal kecil dan keinginan untuk memberikan yang terbaik. Hal tersebut sudah terbukti dari prestasi dan kinerja yang diberikan, namun perlu terus ditingkatkan. Individu yang memiliki semangat tinggi dapat menularkannya pada rekan kerja, sehingga penting untuk tidak melemahkan semangat rekan kerja. “Semangat yang menggebu-gebu dan tinggi perlu keseimbangan. Salah satu nilai yang dapat menyeimbangkan yaitu setiap individu perlu memiliki pondasi nilai integritas. Integritas inilah yang akan menjaga semangat kita untuk tetap berada di dalam koridornya. Untuk menjaga semangat tersebut, setiap SDM perlu menyandingkan dengan kedisplinan agar karakter yang kuat terbangun serta meningkatkan tanggung jawab.” pungkas Huda. (agl)