Sosialisasi

Dorong Partisipasi Pemilih dengan Menekankan Pentingnya Menggunakan Hak Pilih Kepada Kelompok Marginal

Sleman – Untuk terus memastikan masyarakat memahami hak dak kewajiban politiknya, meningkatkan kualitas pemilih, serta mendorong partisapasi pemilih secara lebih luas dan inklusif, KPU Kabupaten Sleman berupaya memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih (sosdiklih) pada Kamis (23/04). Kegiatan yang bertempat di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo ini menyasar kelompok marginal. Ahmad Baehaqi selaku Ketua KPU Kabupaten Sleman dalam pembukaannya menjelaskan bahwa KPU memiliki amanah untuk melaksanakan sosdiklih kepada tiga kelompok sasaran utama, yaitu kelompok marginal, kelompok rentan, dan pemilih pemula. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak politik, proses pemilu, serta tata cara menyalurkan suara secara benar. Perwakilan Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Lilik Nuryahya turut menyambut baik kegiatan sosdiklih dengan mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Sleman atas penyelenggaraan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, serta berharap peserta dapat menyerap informasi yang disampaikan dengan baik. Materi sosialisasi disampaikan oleh Huda Al Amna selaku Kadiv Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Sleman yang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap hak pilih dan menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan bertanggung jawab. Huda menjelaskan berbagai hal mulai dari  hak konstitusional, asas pemilu, konsep pemilu inklusif, hingga pentingnya menangkal hoaks dan menolak politik uang. Sementara itu, Arief Setiawan selaku Kadiv Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Sleman turut memaparkan terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, prinsip penyusunan daftar pemilih, serta kemudahan akses melalui aplikasi seperti Cek DPT Online dan SIMUDA. Di akhir kegiatan diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai topik, seperti hak memilih bagi yang masih terkendala dengan identitas kependudukan, pemilih DPTb di lokasi khusus, dan tantangan memahami visi misi calon. KPU Kabupaten Sleman menyatakan bahwa masukan dari peserta akan menjadi bahan evaluasi ke depan untuk meningkatkan kualitas pemilu dan pilkada.(agl)

Noor Aan Muhlishoh Dorong Peran Perempuan untuk Pemilu yang Beradab pada Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Politik Bakesbangpol Kabupaten Sleman

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), KPU Kabupaten Sleman, dan Universitas Gajah Mada (UGM) dalam Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Politik dengan Tema “Suara Perempuan Muda untuk Demokrasi yang Lebih Inklusif” yang dilaksanakan pada Selasa (10/02) bertempat di Aula Unit 1 Pemda Kabupaten Sleman. Seminar yang dihadiri oleh organisasi masyarakat wanita dan perwakilan partai politik dibuka dengan sambutan oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Syamsul Bakri. Syamsul menjelaskan peran politik perempuan tidak hanya sebatas memberikan suara ketika di TPS, tapi bagaimana perempuan ikut terlibat aktif di berbagai tingkatan, mulai dari pengambilan keputusan publik dan pengawasan pelaksanaannya. Syamsul mengharapkan dalam seminar ini dapat memberi masukan dan usulan terhadap peningkatan proses politik dan pendidikan politik masyarakat. Selanjutnya paparan disampaikan oleh Dinas P3AP2KB, Akademisi dari UGM, dan KPU Kabupaten Sleman berurutan yang sama-sama mendorong keterlibatan perempuan dalam politik. Dalam sesi pemaparan dari KPU Kabupaten Sleman oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Noor Aan Muhlishoh menyampaikan quote dari Kartini “Perempuan adalah pembawa peradaban” yang diartikan bahwa perempuan adalah madrasah/tempat awal belajar dari generasi selanjutnya. Peran perempuan dalam era politik modern saat ini sangat krusial, mengingat sebagian besar jumlah penduduk di Indonesia adalah perempuan. Noor Aan menambahkan bahwa perempuan juga dapat mengambil peran dalam pelaksanaan pemilu, diantaranya menjadi penyelenggara pemilu (PPK, PPS, KPPS), menjadi peserta pemilu (calon legislatif, gabung anggota partai politik, tim kampanye) atau menjadi pemilih yang juga dapat berperan sebagai pemantau, atau terlibat dalam jajak pendapat dan hitung cepat. Noor Aan mengharapkan dengan diadakannya seminar ini dapat membuka wawasan dan pengetahuan serta masukan dari pemilih perempuan agar lebih aktif dan terbuka dalam memahami politik di Indonesia. Acara diakhiri dengan diskusi tanya jawab dan pembagian cendera mata kepada peserta yang aktif dalam seminar. (mbl)

KPU Kabupaten Sleman Tingkatkan Partisipasi dan Kesadaran Politik Komunitas Transpuan Seruni di Kalurahan Maguwoharjo Depok

Sleman – Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang kepemiluan dan demokrasi serta meningkatkan partisipasi dan kesadaran politik, KPU Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada Komunitas Marjinal pada Kamis (27/11). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Maguwoharjo Depok hadir 30 peserta dari Komunitas Transpuan Seruni. Noor Aan Muhlishoh selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sleman membuka acara dengan menyampaikan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih (sosdiklih) kepada 3 segmen masuk dalam kegiatan startegis KPU dan salah satunya menyasar kelompok marjinal. KPU Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kalurahan Maguwoharjo dan Komunitas Transpuan Seruni untuk menggelar kegiatan tersebut sebagai kolaborasi apik dengan pihak terkait sehingga informasi kepemiluan dapat tersampaikan. Sri Surani selaku Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU DIY memberikan arahannya dengan menyampaikan bahwa KPU DIY menyambut baik kegiatan sosdiklih KPU Kabupaten Sleman kepada Komunitas Transpuan Seruni. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap dan benar tentang pemilu serta hak pilih Komunitas Transpuan Seruni terfasilitasi. Selain itu, Lilik Nuryahya selaku mewakili Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo turut menyampaikan fokus utama persoalan untuk Komunitas Transpuan Seruni adalah kependudukan dan kewilayahan. Diharapkan persoalan tersebut dapat dipecahkan bersama agar hak pilihnya terjaga. Memasuki inti kegiatan, Huda Al Amna selaku Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Sleman memaparkan materi terkait pemilu inklusif. Sebuah penyelenggara pemilu dapat dikatakan inklusif jika terdapat indikasi yang diantaranya adalah apabila terdapat jumlah cakupan pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih dan tingkat pengguna hak pilih tinggi. Pemilu inklusif terbuka untuk warga negara yang telah berhak memilih tanpa memandang latar belakang yang ada. Huda juga menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat pada pemilu serta bagaimana cara mengidentifikasi dan menangkal informasi hoaks. Selanjutnya, Sura’ie selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sleman menambahkan penjelasan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk memilih dengan syarat utama memiliki KTP. Apabila secara administrasi tidak lengkap maka tidak terfasilitasi hak pilihnya. Diharapkan semua peserta yang memiliki masalah kependudukan dapat segera diselesaikan. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan beberapa hal yang menjadi informasi berharga bagi peserta seperti layanan daftar pemilih tambahan bagi warga yang akan menggunakan hak pilihnya di luar domisili sesuai KTP dan konsekuensi jumlah surat suara yang diterima. Suasana menjadi lebih meriah dengan pembagian bingkisan menarik kepada para peserta. (agl)

Melalui Gazebo Demokrasi, KPU Kabupaten Sleman Tanamkan Demokrasi dan Kepemiluan Sejak Dini kepada Anak-Anak TK PKK Tridadi

Sleman – Dalam rangka memperkenalkan nilai-nilai demokrasi dan memberikan edukasi kepemiluan sejak dini, KPU Kabupaten Sleman menerima Kunjungan Belajar dari TK PKK Tridadi Jumat (24/10). Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 siswa-siswi TK PKK Tridadi dan 2 orang pendamping. Kegiatan diawali dengan pengenalan “Gazebo Demokrasi” kepada siswa-siswi TK PKK Tridadi, yaitu sebuah ruang publik yang dapat dimanfaatkan sebagai media diskusi, edukasi, dan sebagai ruang belajar demokrasi dan kepemiluan. Melalui kegiatan tersebut, siswa-siswi berkesempatan melihat secara langsung serta memanfaatkan fasilitas edukatif gazebo demokrasi. Noor Aan Muhlishoh, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sleman memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada pra-pemilih dengan metode sederhana yang disesuaikan untuk anak-anak. Dalam kegiatan tersebut, Noor Aan menjelaskan proses pemilu secara sederhana melalui analogi pemilihan buah-buahan. Siswa-siswi diajak memilih buah dengan mempertimbangkan manfaat, kandungan vitamin, dan kesukaan dari ketiga buah. Melalui simulasi yang menyenangkan, diharapkan dapat memberikan pemahaman untuk siswa-siswi agar dapat membuat pilihan secara bijak sesuai dengan yang diinginkan dan tanpa paksaan, serta memahami secara sederhana proses demokrasi. Kegiatan diakhiri dengan pemberian bingkisan menarik dan cinderamata kepada siswa-siswi TK PKK Tridadi. KPU Kabupaten Sleman berharap kegiatan tersebut dapat menanamkan pemahaman dasar tentang demokrasi sejak usia dini. (agl)

KPU Kabupaten Sleman Hadiri Kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek SMP Teladan Yogyakarta

Sleman – KPU Kabupaten Sleman menjadi narasumber dalam Kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek SMP Teladan Yogyakarta dengan tema “Suara Demokrasi” pada Rabu (15/10). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyongsong Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) di SMP Teladan Yogyakarta dan diikuti 54 siswa-siswi dari Kelas 8. Acara berlangsung di Teladan Hall Academy (THA) – Hall A Sekolah Teladan Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Sleman, Huda Al Amna membuka materi dengan menyampaikan pentingnya pemahaman demokrasi dan kepemiluan kepada para siswa-siswi. Huda menjelaskan kegiatan Pemilos yang akan dilaksanakan merupakan bentuk praktik demokrasi di sekolah dan sebagai sarana edukasi kepada para siswa-siswi agar dapat memahami mekanisme demokrasi secara langsung. Huda melanjutkan materinya secara interaktif dengan menekankan kepada para siswa-siswi apabila nanti sudah memenuhi syarat sebagai pemilih sesuai dengan regulasi untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak agar menghasilkan pemimpin yang diharapkan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan bertanggungjawab yaitu dengan aktif mencari informasi riwayat kandidat, visi, misi dan program, serta aktif dalam mengikuti tahapan Pemilu nantinya atau saat ini bisa diterapkan dengan mengikuti jalannya proses dan berpartisipasi aktif dalam Pemilos. Di penghujung acara Huda berpesan kepada para siswa-siswi agar nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi , Pemilu, dan Pemilos tidak hanya berhenti sebagai teori, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan tema “Suara Demokrasi” diharapkan tidak hanya mempersiapkan Pemilos di lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan kesadaran demokrasi dan tanggung jawab sebagai warga negara. (agl)

KPU Kabupaten Sleman Tingkatkan Pemahaman Pemilih Kelompok Rentan pada Daerah Rawan Bencana di Kalurahan Gayamharjo Prambanan

Sleman – KPU Kabupaten Sleman melaksanakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada Kelompok Rentan di Daerah Rawan Bencana pada Selasa (07/10). Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Gayamharjo Prambanan dihadiri oleh 30 orang peserta dari warga masyarakat setempat. Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi membuka acara dan menyampaikan tujuan dari kegiatan adalah untuk melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih ke beberapa segmen, dan kelompok rentan merupakan salah satunya.  Selain itu, Sri Surani selaku Kadiv Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU DIY dalam arahannya menambahkan pentingnya pelaksanaan pemilu dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta peran aktif masyarakat pasca pemilu. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Huda Al Amna selaku Kadiv Sosdiklih, Parmas, dan SDM. Beberapa hal yang disampaikan diantaranya adalah pemilu, partisipasi masyarakat, dan demokrasi. Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Arif Setiawan selaku Kadiv Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Sleman yaitu pemutakhiran data pemilih berkelanjutan diharapkan dapat menyajikan data pemilih di Kabupaten Sleman termutakhirkan. Penyampaian Hasil Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 dipaparkan oleh Noor Aan Muhlishoh, selaku Kadiv Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sleman. Menurutnya, KPU memiliki tanggung jawab moral sebagai penyelenggara untuk mengingatkan masyarakat turut memastikan dan mengawasi calon terpilih benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya sesuai apa yang disampaikan pada saat kampanye. Materi terakhir disampaikan oleh Sura’ie selaku Kadiv Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sleman. Sura’ie berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemilu dan pemilihan baik sebagai penyelenggara ataupun pemilih. Hal tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran pemilih akan peran dan tanggung jawabnya dalam demokrasi. Kegiatan ditutup dengan diskusi, penyampaian evaluasi, dan pembagian bingkisan kepada peserta. (agl)