Berita Terkini

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada Segmen Pemilih Pemula Siswa-Siswi MAN 4 Sleman

Sleman (07/11) - Dalam rangka memberikan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilu 2024, KPU Kabupaten Sleman, Ketua dan Anggota PPK Kapanewon Pakem serta Ketua PPS Harjobinangun, Pakem paparkan sosialisasi kepada segmen pemilih pemula pada Kamis (02/11) pukul 10.00 WIB. Huda Al Amna selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemiih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM hadir mewakili KPU Kabupaten Sleman. Dalam acara yang dilaksanakan di masjid MAN 4 Sleman tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas 10 MAN 4 Sleman. Kegiatan tersebut memiliki tujuan untuk memaparkan materi terkait Pemilu 2024 sekaligus simulasi pemungutan suara yang diperagakan oleh perwakilan siswa-siswi MAN 4 Sleman. Nantinya, teknis dalam pelaksanaan pemungutan suara tersebut akan diadaptasi dalam Pemilihan Osis selanjutnya. dok. foto Siswi MAN 4 Sleman antusias ikuti Sosialisasi Pemilu 2024 Pemaparan materi disampaikan oleh Teguh Waluya selaku PPK Kapanewon Pakem Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Materi yang disampaikan yakni perihal Sosialisasi Pendidikan Pemilih: Peran Serta Masyarakat dalam Pemilu Serentak. Dalam materi yang disampaikan, Teguh menjelaskan pengertian Pemilihan Umum dan waktu pelaksanaan Pemilu 2024. “Bagi yang sudah memiliki hak memilih, jangan lupa untuk datang ke TPS pada hari Rabu, 14 Februari 2024,” ajaknya. Sebelumnya, Teguh terlebih dahulu mengingatkan para siswa untuk memastikan sudah terdaftar sebagai pemilih dengan membuka laman cekdptonline.go.id bagi siswa yang sudah berumur 17 tahun. Selain itu, Teguh juga menjelaskan terkait ketugasan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertempat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024 mendatang. dok. foto Huda Al Amna sampaikan Sosialisasi Pemilu 2024 dihadapan siswa MAN 4 Sleman Penghujung materi diselesaikan dengan pertanyaan dari peserta kegiatan yang dijawab oleh PPK Kapanewon Pakem dan Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Sleman yakni Huda Al Amna. Kemudian, acara dilanjutkan dengan simulasi pemungutan suara di TPS yang diperagakan oleh perwakilan siswa MAN 4 Sleman. Dalam peragaan tersebut, terlihat antusiasme siswa ketika bermain peran sebagai petugas yang berada di TPS. dok. foto Foto bersama para anrasumber dengan peserta Sosialisasi  Terakhir, kegiatan ditutup dengan pembagian merchandise kepada siswa yang interaktif selama acara berlangsung. (Win)

Peringati Hari Sumpah Pemuda, KPU Kabupaten Sleman Gelar KPU Goes to Campus Universitas Teknologi Yogyakarta: Nobar Film Kejarlah Janji

Sleman (29/10) - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-95 dan sebagai media Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih kepada segmen Pemilih Muda, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan bertajuk KPU Goes to Campus: Nobar Film 'Kejarlah Janji' bersama mahasiswa-mahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). dok.foto Suasana Mahasiswa UTY Nobar Film " Kejarlah Janji" Pemutaran film karya sutradara Garin Nugroho tersebut ditayangkan Sabtu (28/10) di Kampus I UTY. Secara serentak, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia menyelenggarakan pemutaran film tersebut. dok.foto Kadiv Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU DIY Sri Surani Saat Berikan Pendidikan Pemilih kepada Pemilih Muda Sri Surani selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY mengungkapkan bahwa KPU mengambil momentum Sumpah Pemuda ini untuk datang ke kampus dan menyebarkan informasi kepemiluan kepada segmen pemilih muda.Seusai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan mengerjakan post test untuk mengukur pengetahuan santriwan-santriwati terhadap Pemilu 2024 mendatang setelah menonton film Kejarlah Janji. dok.foto Sesi Diskusi bersama Mahasiswa UTY Antusiasme mahasiswa-mahasiswi UTY diakhiri dengan membagi doorprize untuk mahasiswa-mahasiswi yang berani memberikan kesan-pesan setelah menonton film tersebut serta menjawab pertanyaan oleh KPU Kabupaten Sleman.(Win)  

KPU Kabupaten Sleman Berbagi Pengalaman Pemilu Tahun 2019 Bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Tingkat Kapanewon Depok

Sleman (25/10) - Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU DIY Tri Mulatsih, S.Pd, MA, hadir sebagai narasumber "Bimbingan Teknis Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat" pada (25/10) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kapanewon Depok. Acara yang merupakan kerjasama antara FKDM dan Kesbangpol serta Satpol PP Kabupaten Sleman dihadiri oleh Pemerintah Kapanewon Depok, Satpol PP Kabupaten Sleman, Partai Politik dan PPS tingkat Kapanewon Depok. di Joglo Mangkudirejan Sengkan Joho, Depok. Bimbingan Teknis yang diselenggarakan di Joglo Mangkudirejan Sengkan Joho, Depok dibuka oleh Panewu Anom Kapanewon Depok, Wawan Hariawan, S.IP, M.Si. Wawan menyampaikan kegiatan ini diinisiasi dari pengalaman Pemilu 2019.  Seperti diketahui Depok sebagai sebagai parameter keberhasilan Pemilu di Kabupaten Sleman, sehingga acara ini sebagai antisipasi dan ikhtiar pemerintah menanggulangi kejadian di Pemilu 2024. Seperti diketahui bahwa di Kapanewon Depok merupakan penyumbang DPTB terbesar di Kabupaten Sleman. Tercatat sebanyak 11.683.000 pemilih Dptb berada di Kapanewon Depok pada Pemilu tahun 2019, namun pada kenyataannya surat suara tidak siap. Pertemuan ini diharapkan dapat menemukan solusi agar psemua pemilih terpenuhi hak suaranya dalam Pemilu 2024. Secara panel narasumber yakni Kepala Satpol PP Kab Sleman Dra. Shavitri Nurmala Dewi, M.A, dan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU DIY Tri Mulatsih dan bertindak sebagai moderator FA. Tri Wusono, S.Pd Ketua FKDM Kabupaten Sleman.   Paparan materi mengenai ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat oleh Kepala Satpol PP Kab Sleman Dra. Shavitri Nurmala Dewi, M.A.  Shavitri menyampaikan bahwa banyaknya jumlah pemilih di Kapanewon Depok berpotensi terjadi masalah di Kapanewon Depok. Shavitri mengatakan ketugasannya didukung oleh Jawatan keamanan dengan tugas terkait ketentraman dan ketertiban masyarakat.  dok.foto paparan narasumber dari Anggota KPU D.I. Yogyakarta Paparan selanjutnya dari Tri Mulatsih, beliau memaparkan dengan banyaknya pemilih pindahan di Kapanewon Depok merupakan suatu dinamika yang luar biasa. Tri menyampaikan kilas balik pemilu 2019 yang terekspose secara nasional diantaranya karena overloud jumlah pemilih pindahan yang mayoritas mahasiswa sedangkan  ketersediaan surat suara terbatas, selain itu rekapitulasi ditingkat PPS maupun PPK memakan waktu yang sangat lama dan produk berita acara yang disusun terlalu banyak menimbulkan kelalahan dan memakan korban jiwa. dok.foto Sesi tanya jawab bersama ketiga narasumber Dari catatan tersebut KPU RI telah membuat kebijakan mengenai pindah memilih, dan telah dimasifkan oleh seluruh penyelenggara Pemilu terutama di Kabupaten Sleman. KPU Kabupaten Sleman juga telah intens berkoordinasi dengan pihak stakeholder di Kabupaten Sleman untuk melakukan pendataan pemilih pindah. Sedangkan untuk rekapitulasi penghitungan suara saat ini sedang disusun kebijakan oleh KPU Republik Indonesia. Pada akhir paparan Tri Mulatsih mengharap komitmen bersama antara FKDM dan Pemerintah Kapanewon Depok untuk selalu berkoordinasi agar tidak terjadi kembali kejadian seperti di Pemilu 2019. .(Mbl)

Peringati Hari Santri, KPU Kabupaten Sleman Gelar KPU Goes to Pesantren Assalafiyyah Mlangi dengan Nobar Film “Kejarlah Janji”

Sleman (24/10) - KPU Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dengan tema KPU Goes to Pesantren sekaligus pemutaran film "Kejarlah Janji" karya sutradara Garin Nugroho, Minggu (22/10). Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi juga berlangsung secara serentak di seluruh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kegiatan tersebut dibuka oleh Trapsi Haryadi selaku Ketua KPU Kabupaten Sleman sekaligus memberikan sambutan. Trapsi berharap, “Semoga tayangan dari KPU ini membawa manfaat kepada santriwan-santriwati yang sudah mempunyai hak pilih untuk dapat membawa manfaat kepada santriwan-santriwati yang sudah memiliki hak pilih untuk memberikan suaranya untuk pemimpin dengan bijak.” dok.foto Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi saat berinteraksi dengan para santri Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyyah, yakni Gus Afif. Dalam sambutannya, Gus Afif mengharapkan para santri dapat memahami pesan dari film tersebut untuk diterapkan ketika sudah memiliki hak untuk memilih dalam Pemilihan Umum. Selanjutnya, santriwan santriwati mengerjakan post-test untuk mengukur pengetahuan santriwan-santriwati terhadap Pemilu 2024 dan dilanjutkan dengan menyaksikan bersama film Kejarlah Janji karya sutradara Garin Nugroho berdurasi 1 jam 48 menit tersebut. peserta tampak antusias melihat film tersebut. Seusai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan mengerjakan post test untuk mengukur pengetahuan santriwan-santriwati terhadap Pemilu 2024 mendatang setelah menonton film Kejarlah Janji. dok.foto Staf KPU Kabupaten Sleman saat bagikan bahan sosialisasi Pemilu 2024 kepada santri Antusiasme santriwan-santriwati Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi ditutup dengan pembagian doorprize untuk santri yang berani maju ke panggung menjawab pertanyaan dari KPU Kabupaten Sleman.(Win)  

KPU Kabupaten Sleman Laksanakan Rapat Koordinasi Penyusunan Daftar Pemilih Tambahan bersama Stakeholder

Sleman (02/10) - KPU Kabupaten Sleman kembali menggelar rapat koordinasi dalam rangka penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) secara luring bertempat di Asram Edupark Jl. Puspita Baru, Jomblang, Sendangadi, Mlati, Sleman, D.I. Yogyakarta pada Jumat (29/09). Rapat koordinasi tersebut mengundang penanggung jawab TPS lokasi khusus, pimpinan perguruan tinggi dan pondok pesantren se-Kabupaten Sleman. dok. foto eserta rapat koordinasi DPtb dari perwakilan TPS lokasi khusus Menilik banyaknya mahasiswa dan santri di perguruan tinggi serta pondok pesantren di Kabupaten Sleman, maka diharapkan pihak-pihak terkait untuk melakukan kerja sama dengan KPU Kabupaten Sleman mengenai penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Hal-hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melindungi hak pilih warga dengan KTP-el luar DIY, yang memenuhi syarat dan ketentuan. dok. foto Kadiv Perdatin saat sampaikan paparan rapat DPtb Terkait kepengurusan pindah pemilih di Kabupaten Sleman, dalam kesempatan ini KPU Kabupaten Sleman memberi himbauan bagi pemilih yang berpotensi menjadi DPTb untuk segera mengurus pindah memilih di PPS, PPK dan KPU Kabupaten/Kota di daerah asal maupun daerah tujuan, agar tidak terjadi antrian panjang atau kerumunan pada saat mendekati batas akhir pengajuan DPTb. Diharapkan setelah rakor ini, dari perwakilan stakeholder bisa menyosialisasikan terkait pengurusan pindah pemilih ini ke lembaga, kampus ataupun pondok pesantren. (Ann)

KPU Kabupaten Sleman Jadi Narasumber dalam Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Komunitas Pengendara Sepeda Motor Sleman

Sebagai salah satu metode dan media bagi pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk mewujudkan situasi yang aman dan tertib di wilayah Kabupaten Sleman menjelang Pemilu 2024, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman selenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertajuk ‘Meneguhkan Komitmen bersama Elemen Masyarakat Sleman Menuju Sukses Pemilu 2024’. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (06/10) bertempat di Pendopo Parasamya, mengundang komunitas pengendara motor atau bikers Sleman. dok. foto peserta dari unsur komunitas Bikers Sleman KPU Kabupaten Sleman diwakili oleh Trapsi Haryadi selaku Ketua KPU Kabupaten Sleman berkesempatan menjadi narasumber bersama Wakil Bupati Sleman yakni Danang Maharsa dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar. Bertindak sebagai moderator dalam acara ini yakni Bagus Jalu Anggara. dok. foto narasumber FGD ‘Meneguhkan Komitmen bersama Elemen Masyarakat Sleman Menuju Sukses Pemilu 2024’ Memaparkan materi terkait Pemilu 2024, Trapsi mengatakan bahwa bikers memiliki peran untuk meningkatkan partisipasi politik dalam Pemilu 2024. Selain itu, masyarakat dapat memberikan pengawasan partisipatif dan sebagai pemilih dapat berlaku rasional serta bertanggungjawab. Lima tahun harus dimaknai sebagai perubahan suatu bangsa dalam artian positif, berupa pengembangan dan kemajuan yang lebih baik. Mengakhiri paparannya, Trapsi berharap masyarakat dapat melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu 2024 kepada keluarga, saudara, atau anggota komunitas. (Mbl/Win)