Berita Terkini

Perkenalkan Platform Baru, CPNS Berikan Sosialisasi Rancangan Aktualiasasi

Sleman – Dalam rangka menindaklanjuti Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Nur Cholis Al Maksum selaku CPNS KPU Kabupaten Sleman melakukan Sosialisasi Rancangan Aktualisasi kepada seluruh pegawai pada Rabu (15/04). Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Baehaqi, yang menyampaikan bahwa sosialisasi rancangan aktualisasi merupakan bagian dari rangkaian penanaman nilai-nilai dasar ASN. Sementara itu, Sekretaris KPU Kabupaten Sleman, Yuyud Futrama, menambahkan bahwa rancangan aktualisasi tersebut diharapkan dapat menjadi inovasi bagi KPU Kabupaten Sleman serta memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kurnia Pramuditya selaku Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat KPU Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa rancangan aktualisasi yang telah dibuat memiliki keunikan tersendiri, karena hingga saat ini belum terdapat basis data serupa. Ke depan, rancangan ini berpotensi menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Sosialisasi tersebut dipaparkan oleh Nur Kholis Al Maksum selaku pengembang platform. Nur Kholis menjelaskan bahwa platform tersebut merupakan pengembangan dari uji coba sebelumnya, dengan pembaruan pada nama, tampilan, serta fitur. Seluruh pegawai juga diarahkan untuk mencoba langsung platform tersebut dan memberikan testimoni sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan di masa mendatang. (agl)

Audiensi Program Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih serta Data Pemilih Bersama Universitas Teknologi Yogyakarta

Sleman – Untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kepemiluan dan demokrasi, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan audiensi Program Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih serta Data Pemilih dengan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang dilaksanakan pada Selasa (14/04) bertempat di ruang rapat Kampus 1 UTY. Audiensi diterima oleh Wakil Rektor II Bid. Sumberdaya dan Keuangan, Bahagia Tarigan beserta jajaran. Dalam pembukaan audiensi, KPU Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Huda Al Amna dan Arif Setiawan dan didampingi oleh sekretariat menyampaikan bahwa program sosialisasi dan pendidikan pemilih akan menyasar mahasiswa sebagai pemilih muda. Sedangkan terkait pemutakhiran data pemilih akan dilakukan mitigasi potensi pindah pemilih mahasiswa di tahun ajaran baru agar terfasilitasi sebagai pemilih di pemilu berikutnya dengan pendirian TPS lokasi khusus. Program-program tersebut, harapannya dapat diperkuat dengan perjanjian kerja sama agar pelaksanaannya lebih efektif dan terarah. Bahagia Tarigan beserta jajaran menanggapi bahwa hal tersebut akan segera disampaikan kepada Rektor UTY dan tentunya program tersebut sangat baik nantinya apabila terlaksana, terlebih antara UTY dan KPU Kabupaten Sleman selama ini juga sudah terjalin kerja sama yang erat terutama dalam hal perekrutan Badan Ad Hoc PPK dan PPS. Namun, hal penting ketika perjanjian kerja sama terwujud, perlu diawali dengan MoU untuk sebuah ikatan legal yang nantinya diperkuat dengan perjanjian kerja sama. Di akhir pertemuan, UTY menyambut baik audiensi program dari KPU Kabupaten Sleman dan akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan bidang yang mengurus terkait dengan kerja sama dengan pihak luar dan nantinya KPU Kabupaten Sleman menyampaikan garis besar kerja sama yang akan dituangkan dalam MoU serta detail poin-poin rancangan dari program sebagai bahan untuk penyusunan perjanjian kerja sama. (cls)

KPU Kabupaten Sleman Pastikan Progres Pembuatan Tulisan/Artikel Ilmiah

Sleman – Untuk memastikan proses dari refleksi pengalaman teknis manajerial Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 berjalan sesuai dengan ketentuan, KPU Kabupaten Sleman melakukan Rapat Koordinasi Progres Pembuatan Tulisan/Artikel Ilmiah pada Senin (13/04) yang mengundang Ketua dan Anggota, Pejabat Struktural, dan Pejabat Fungsional KPU Kabupaten Sleman. Pasca menentukan tema atau judul dari tulisan/artikel ilmiah yang mendorong budaya diskusi serta kolaborasi, perlu dilakukan tindak lanjut paparan progres dari setiap tim. Hal tersebut disampaikan oleh Noor Aan Muhlishoh selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Sleman dalam pembukaan rapat. Setiap tim nantinya akan mempresentasikan perkembangan karyanya sesuai kapasitas masing-masing, baik dalam bentuk tulisan maupun desain grafis. Pelaksanaan teknis kegiatan dipandu oleh Kepala Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi, dan Hubungan Masyarakat KPU Kabupaten Sleman dengan target menghasilkan sekitar 10 judul yang akan dipublikasikan secara berkala di laman resmi, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi. Proses pemaparan dimulai dari tim ke-1 hingga ke-10 dengan menyampaikan presentase perkembangan tulisannya. Beberapa masukan disampaikan di akhir rapat, yaitu dengan memperhatikan alih bahasa dalam pembuatan abstrak dan orisinalitas tulisan agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Setiap tulisan perlu dilakukan pengecekan akhir serta dapat dipertanggungjawabkan ketika akan dipublikasi. (agl)

KPU Kabupaten Sleman Perkenalkan Inovasi Baru dalam Pemutakhiran Data Pemilih

Sleman – Untuk terus mengikuti perkembangan zaman, dibutuhkan suatu inovasi agar sebuah lembaga terus tumbuh dan bertahan relevan dengan perubahan-perubahan yang ada. KPU Kabupaten Sleman melaksanakan Sosialisasi Sistem Informasi Pemutakhiran Data (SIMUDA) sebagai salah satu bentuk inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik. Sosialisasi dilaksanakan pada Selasa (14/04) bertempat di ruang rapat KPU Kabupaten Sleman dan dihadiri oleh seluruh pegawai. Arif Setiawan selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa inovasi SIMUDA berawal dari adanya kepadatan pengurusan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang menimbulkan antrian panjang. Inovasi tersebut merupakan inisiatif dari Subbagian Perencanaan, Data, dan Informasi dan merupakan bentuk adaptif dalam era digitalisasi. SIMUDA diharapkan dapat memberikan manfaat kepada penggunanya yaitu dengan memberikan kemudaha, efektif, dan efisien. Yuyud Futrama selaku Sekretaris KPU Kabupaten Sleman menekankan sosialisasi SIMUDA merupakan inovasi untuk mengurai kepadatan pengurusan DPTb yang terjadi pada Pemilu maupun Pemilihan Tahun 2024. Sebelum digunakan dan diperkenalkan ke publik, seluruh pegawai harus memahami standar pelayanan maupun penggunaannya. Hal tersebut agar dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi serta memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar pegawai KPU Kabupaten Sleman dapat terus memberikan inovasi-inovasi baru dalam memberikan pelayanan kepada publik. (agl)

KPU Kabupaten Sleman ikuti Knowledge Sharing Jurnalistik dan Media Krisis bagi Humas KPU

Sleman – Publikasi melalui media saat ini menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik dan menjaga reputasi lembaga, sehingga perlu pemahaman yang memadai terkait pengelolaan publikasi yang tepat. Melatarbelakangi dari hal tersebut, KPU Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan knowledge sharing bertajuk Jurnalistik dan Media Krisis bagi Humas KPU pada Selasa (14/04) yang diselenggarakan oleh KPU se-DIY. Kegiatan yang juga diikuti KPU se-DIY secara daring tersebut membahas proses komunikasi yang dilakukan oleh media, peran strategis humas dalam penyebarluasan informasi, serta teknik komunikasi di era digital. Selain itu, materi juga mencakup jenis-jenis krisis media, strategi penentuan kanal komunikasi yang tepat, hingga pentingnya evaluasi pasca krisis sebagai upaya perbaikan ke depan. Beberapa jenis krisis media di lingkungan KPU yang perlu respon dan terkoordinasi dengan baik diantaranya adalah; data pemilih, netralitas penyelenggara, logistik pemilu, kesalahan informasi di media, dan adanya konflik. Hal tersebut perlu antisipasi dengan tepat dengan menjawab dengan cepat dan jelas, menjelaskan dengan fakta, dan menggunakan bahasa yang sederhana. (agl)

Audiensi ke Balai Dikmen Kabupaten Sleman Dalam Rangka Sinergi Pendidikan Pemilih dan Data Pemilih Tahun 2026

Sleman – Dalam rangka menguatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, KPU Kabupaten Sleman melaksanakan audiensi ke Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Sleman pada Senin (13/04) bertempat di ruang rapat Balai Dikmen Kabupaten Sleman dan diterima langsung oleh perwakilan Balai Dikmen Kabupaten Sleman beserta jajaran. Huda Al Amna selaku Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM Kabupaten Sleman dalam pembukaan audiensi menyampaikan sinergitas pelaksanaan pendidikan pemilih pada saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan lain terkait kepemiluan sekolah-sekolah di bawah naungan Balai Dikmen Kabupaten Sleman. Arif Setiawan selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Sleman  memenambahkan bahwa data pemilih pemula dari setiap sekolah juga sangat dibutuhkan agar dapat dimasukkan dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Arif berharap sinergi program pendidikan pemilih dan PDPB dapat diwujudkan dengan perjanjian kerja sama sebagai penguat sinergi dengan pihak terkait dan sebagai tindak lanjut MoU KPU RI dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. Cahyono Setia Wibowo, S.Ag., M.M. selaku Kepala Seksi Pelayanan Pendidikan Balai Dikmen Kabupaten Sleman beserta jajaran menyambut baik dan siap mendukung program dari KPU Kabupaten Sleman, khususnya dalam hal pemilih pemula akan ditarik dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di setiap sekolah yang sifatnya real time dan update, sehingga data yang dibutuhkan akan lebih valid. Selain itu, dalam hal pendidikan pemilih dapat diawali dengan pengenalan program melalui forum guru MGMP PKn. Di akhir pertemuan, Sekretariat KPU Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Adiyuni Nurcahyo Widiyanto dan Sunarsih berharap bahwa pendidikan pemilih tidak hanya berhenti di MPLS, tapi juga dapat menyasar kegiatan lain seperti Pemilos, guru tamu/mitra, atau kegiatan pembelajaran lainnya. Dalam hal data pemilih pemula, diharapkan Balai Dikmen Kabupaten Sleman juga dapat menghimpun pemilih baru yang telah berusia 17 tahun dari semua sekolah di bawah naungannya. (cls)